CeritaBekasi

Kabel Semrawut di Cikarang Barat, Pengendara Motor Pernah Tersangkut

Warga dan pelaku usaha di Jalan Fatahilah hingga Imam Bonjol, Cikarang Barat, mengeluhkan kabel semrawut yang membahayakan pengendara.

Tim Cerita Bekasi
Suasana jalan di Cikarang Barat dengan kabel-kabel yang menjuntai rendah di tepi jalan membahayakan pengendara.
Salah satu titik lokasi kesemrawutan kabel di Jalur Pantura, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

– Kabel semrawut di sepanjang Jalan Fatahilah hingga Jalan Imam Bonjol, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dikeluhkan warga dan pelaku usaha karena menjuntai hingga mendekati badan jalan dan membahayakan pengendara.

Agus Suwara (50), warga sekaligus pemilik usaha di Jalan Imam Bonjol, mengaku kondisi itu sudah menjadi masalah sejak ia membuka usaha sekitar setahun lalu.

Menurutnya, hampir setiap hari kabel yang menjuntai harus didorong ke atas supaya tidak menghalangi akses masuk ke tempat usahanya.

“Setiap hari mungkin kita harus mendorong kabel itu agar bisa naik lagi. Kalau terus-terusan seperti ini kan mengganggu usaha,” katanya.

Sementara itu, Ilan (34), juru parkir di Kantor Pos Imam Bonjol, menyebut kabel menjuntai di kawasan tersebut sudah berlangsung sekitar tiga tahun.

Ia bahkan pernah berinisiatif merapikan kabel-kabel itu karena khawatir membahayakan pengguna jalan, tetapi justru mendapat teguran dari petugas patroli kepolisian yang mencurigainya hendak mencuri kabel.

“Waktu itu sempat disangka mau maling kabel sama yang lagi patroli. Padahal saya cuma mau benerin saja,” ujarnya.

Belakangan, Ilan mencatat ada pengendara sepeda motor yang terjatuh setelah tersangkut kabel yang menjuntai di tepi jalan.

“Kejadiannya sudah pernah ada pengendara motor yang jatuh karena tersangkut kabel,” jelasnya.

Kabel yang diduga merupakan jaringan telekomunikasi dan listrik itu terlihat bercampur tanpa penataan, sebagian di antaranya bahkan sudah terputus dan dibiarkan menggantung di tepi jalan.

Agus mengaku bersama warga sekitar sudah menyampaikan keluhan mengenai kondisi itu dan berharap pemerintah turun tangan melibatkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan jaringan tersebut.

Ilan mengkhawatirkan potensi kecelakaan serupa terulang, terutama pada malam hari ketika kondisi jalan lebih gelap sehingga keberadaan kabel sulit terlihat oleh pengendara.

Kabel semrawut di sepanjang Jalur Pantura Kabupaten Bekasi memang telah menjadi keluhan warga dan pelaku usaha lantaran mengganggu pemandangan, aktivitas usaha, hingga membahayakan keselamatan pengendara.

DPRD Kabupaten Bekasi bahkan mendorong adanya Perda Penataan Utilitas untuk mengatasi kesemrawutan kabel di wilayah tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dan pemilik jaringan telekomunikasi maupun listrik segera memeriksa serta menata kabel-kabel tersebut sebelum kembali menimbulkan kecelakaan. ***

Berita Kabupaten Bekasi lainnyaSemua →